Pemanfaatan BioDek dan Bio-Aktivator

Hampir setiap hari kita dapat melihat sisa pembuangan diberbagai tempat, sisa pembuangan tersebut dapat berasal dari rumah tangga, kantor, pabrik serta hasil dari berbagai aktivitas manusia, maupun mahkluk hidup lainnya. Sisa pembuangan tersebut jika dimanfaatkan maka akan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan.

Limbah pertanian (jerami), sampah perkotaan (kertas, sayuran), dan sampah perumahan (daun, potongan rumput) merupakan sumber bahan organik yang sangat potensial untuk menyuburkan tanah dan berperan penting terhadap perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Tetapi bila limbah-limbah tersebut tidak dikelola dengan baik akan berdampak tidak baik terhadap lingkungan, mengakibatkan tempat berkembangbiaknya berbagai macam jenis penyakit.

Pengomposan limbah-limbah tersebut secara alami membutuhkan waktu 3-4 bulan lebih, sehingga upaya pelestarian dengan penggunaan bahan organik pada lahan-lahan pertanian mengalami hambatan. Hal itu akan lebih rumit lagi jika dihadapkan pada masa tanam yang mendesak, sehingga sering dianggap kurang ekonomis dan tidak efisien. Untuk mempercepat proses dekomposisi dapat menggunakan BioDek.

BioDek, produk yang dihasilkan para peneliti Badan Litbang Pertanian ini adalah bio-aktivator perombak bahan organik yang diracik khusus untuk meningkatkan efisiensi dekomposisi residu tanaman pada sistem penumpukan sampah organik. BioDek berupa konsorsia mikroba perombak selulosa dan lignin dengan fungsi metabolik yang komplementer merombak dan mengubah residu organik menjadi bahan organik tanah, dan menyuburkan tanah. Bentuk produk ini ada dua jenis, yaitu dalam bentuk cair maupun serbuk.

Nilai tambah penggunaan BioDek pada limbah-limbah tersebut sebagai bahan organik pertanian, disamping mampu mengubah lingkungan mikro tanah dan komunitas mikroba menuju peningkatan kualitas tanah dan produktivitas tanaman, juga dapat menurunkan ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu, BioDek mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan menambah keuntungan usahatani, serta mendukung pertanian berkelanjutan melalui percepatan pengomposan limbah pertanian, meningkatkan kesehatan lingkungan pada berbagai ekosistem dan ramah lingkungan.

Dampak pemberian BioDek terhadap jerami padi dapat mempercepat proses pengomposan. Hal itu terlihat ketika dilakukan analisa terhadap jerami padi setelah dilakukan pemberian BioDek dapat menurunkan kadar C/N sebesar 16,85 dalam waktu 12 hari. Padahal dalam proses pengomposan secara alami, penurunan kadar C/N tersebut membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Waktu pengomposan lebih cepat akan mempercepat waktu tanam, sehingga keuntungan usahatani dapat ditingkatkan.

Cara Pemakaian BioDek

Tambahkan 3 liter BioDek Cair atau 3 kg BioDek serbuk, pada tumpukan 1 ton limbah (pertanian, sampah perkotaan, sampah rumah tangga) secara merata;

Setelah tumpukan limbah tersebut diberikan BioDek secara merata, lakukan penutupan dengan plastik, kemudian diinkubasi selama 1 bulan. Setiap minggu, di bolak-balik untuk menciptakan aerasi. Penyiraman dilakukan apabila diperlukan.

Kompos yang sudah matang akan terlihat berwarna hitam kecoklatan, dengan suhu sekitar 30 derajat C dan tidak mengeluarkan bau, yang biasa disebut Biokompos. Biokompos ini siap digunakan sebagai pupuk organik untuk pertanian, pertanaman kota dan halaman rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *